Posted by : Unknown Sabtu, 25 Januari 2014



Dari mana datangnya lintah 
dari sawah turun ke kali 
dari mana datangnya cinta 
dari mata turun ke hati 

Sebait pantun tersebut sudah sejak lama sudah dikenal. Sebuah bait yang menggambarkan bagamaina proses munculnya cinta. Dari sebuah pandangan mata kemudian memunculkan perasaan di hati. Mungkin karena berawal dari pandangan, maka muncullah istilah cinta pada pandangan pertama. Kenapa harus ada kata "jatuh" sebelum kata "cinta"? Padahal dua kata itu sangat berlawanan maknanya. Kata "jatuh" beraura negatif. Siapa pun yang terjatuh pasti akan terluka atau merasakan rasa sakit. Sementara kata "cinta", beraura positif. Siapa pun yang merasakannya pasti akan bahagia. Kanapa kata "jatuh" dan "cinta" itu digabung? Apa mungkin untuk menggambarkan dua perasaan yang saling betolak belakang? Jika cinta seseorang berbalas cinta pula dari orang yang dicintainya, maka kisahnya akan berujung sebuah kebahagiaan. Namun sebaliknya, jika cinta seseorang bertepuk sebelah tangan, maka kisahnya mungkin berujung sebuah kesedihan yang mungkin akan berlanjut kisah pejuang cinta dengan semangat bahwa cinta harus diperjuangkan atau dengan kisah keikhlasan melepas sang pujaan dengan alasan bahwa cinta tak harus memiliki. Kembali ke bagian awal, bahwa cinta itu berawal dari pandangan mata, maka biasanya, yang menyebabkan jatuh cinta adalah segala sesuatu yang bisa dirasakan secara fisik semisal ketampanan atau kecantikan, kecocokan sifat, dan sebagainya. Namun sudah menjadi sunnatullah bahwa segala sesuatu di dalam hidup ini pasti berubah-ubah. Maka penyebab jatuh cinta yang berupa fisik itu pastinya akan berubah pula. Yang cantik dan tampan, lambat laun akan hilang. sifat dan sikap pun mungkin akan berubah secara perlahan mengikuti situasi dan kondisi. Karenya mungkin jatuh cinta akan jauh lebih mudah daripada mempertahankannya. Membangkitkan cinta mungkin kebalikan dari jatuh cinta. Jika jatuh cinta penyebabnya dari luar diri seseorang berupa apa yang dilihat atau dirasakan, maka membangkitkan cinta bersumber dari dalam diri seseorang tanpa terpengaruh apa yang dilihat dan apa yang dirasakan. 

Tak kan jatuh cinta seseorang yang tak menemukan keindahan dan merasakan keindahan. Sedangkan seseorang yang membangkitkan cinta akan selalu menemukan bahwa apa yang dilihatnya, apa yang dirasakannya adalah keindahan dan kebaikan. Jika tidak, dia akan berusaha untuk menjadikannya indah dan baik dengan cara yang indah dan baik pula. Seandainya kita sudah bisa membangkitkan cinta, mungkin kita kan mudah untuk mengamalkan bait-bait ini ... aku mencintaimu, maka kau menjadi cantik tak perlu lagi aku melirik apalagi membidik bila ada yang datang pun pasti kutampik karena tak ada lagi ruang berbilik di hatiku dan di waktuku yang terus berdetik aku mencintaimu, maka kau terlihat anggun membuatku selalu tertegun menatapmu laksana tersiram embun yang terkumpul dari ujung-ujung dedaun pergi sudah gelisahku ke ilalang rimbun yang tinggal hanya kebahagiaan menahun aku mencintaimu, maka kau berparas jelita tanpa perlu ada mahkota tanpa perlu gaun para putri raja tanpa perlu riasan pipi merona karena apa yang kau punya menenggelamkan segalanya tak ingin aku mencintaimu karena kau cantik karena sang waktu akan membuatmu menarik tak ingin aku mencintaimu karena kau anggun karena aku tak bisa menikmatinya lagi ketika mataku rabun tak ingin aku mencintaimu karena kau berparas jelita karena perjalanan masa kan segera memudarkannya **** karena aku mencintaimu, maka kau menjadi tampan tak perlu aku mengalihkan pandangan apa lagi mengharap datangnya seorang pangeran bila ada yang datang pun pasti kusingkirkan karena tak ada lagi ruang yang tersisakan di hatiku dan di waktuku yang terus berjalan karena aku mencintaimu, maka kau terlihat sempurna tanpa perlu kau mengenakan pakaian kebesaran raja tanpa perlu kau bertahta di singgasana tanpa perlu kau tinggal di istana karena apa yang kau punya ibarat dunia seisinya karena aku mencntaimu, maka kau terlihat gagah membuatku selalu terperangah pandanganku seolah tak ingin berkedip atau pun pindah arah hilang semua gundah gelisah tersingkir jauh oleh air bah bersamamu segalanya menjadi indah tak ingin aku mencintaimu karena kau tampan karena sang waktu akan membuatmu tak lagi rupawan tak ingin aku mencintaimu karena kau sempurna karena kesempurnaan bukanlah milik manusia tak ingin aku mencintaimu karena kau gagah karena perjalanan masa kan segera membuatnya punah Yang ternyata sulit, tapi bukanlah mustahil..... 

www.eramuslim.com

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

>
<

Labels

Total Pageviews

Facebook

Twitter

- Copyright © 2013 Muhammad Khoirul Huda - DJogzs - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -