Posted by : Unknown
Selasa, 28 Januari 2014
Menarik mengulas sejenak tentang mahasiswa. Sebelum bicara banyak hal tentang mahasiswa dan kenapa kita membahas tentang mahasiswa. Ada baiknya kita perlu tau apa itu sebenarnya mahasiswa? lalu apa bedanya mahasiswa dengan siswa? Kita coba bahas perlahan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia mahasiswa adalah orang yang belajar di perguruan tinggi, nyaris sama dengan definisi pelajar yaitu orang yang belajar di sekolah. Jika di sekolah pelajar belajar di ruangan dan ada guru, begitu pula di perguruan tinggi mahasiswa belajar di ruangan dan ada dosen. Ada lagi jika searching di google translete kata pelajar maka akan muncul student, lalu coba ketik mahasiswa maka akan muncul kata student juga. Jadi nyaris banyak sekali persamaan antara pelajar dan mahasiswa, meskipun juga ada perbedaannya, lalu apa sebenarnya perbedaan elementer diantara keduaanya.
Menurut saya hal yang paling mendasar dari perbedaan mahasiswa adalah kata “maha” yang melekat pada kata siswa. Kata maha digunakan untuk menunjukkan kebesaran dan keagungan, semisal kata maha digunakan sebagai kata ganti Tuhan yang maha kuasa, maha besar, maha mendengar dan lain sebagainya. Jadi mahasiswa adalah kelas sosial dalam masyarakat yang di anggap tinggi dan bermartabat. Sampai hari ini banyak masyarakat yang mempersepsikan mahasiswa sebagai orang yang pandai, bermartabat dan serba bisa. Sehingga dalam acara-acara tertentu masyarakat berharap banyak dengan mahasiswa, seperti megajar bimbel, jadi guru ngaji, jadi Mc (Master of ceremony) dll, bahkan lebih dari itu untuk mereka dituntut menyelesaikan persoalan-persoalan warga.
Lalu, Ngapain ada Mahasiwa
Tri Dharma Perguruan tinggi, mungkin banyak mahasiswa tidak ingat bahkan tidak tau isinya. Di dalamnya tercantum kewajiban mahasiswa adalah Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, bukan tugas yang mudah menjadi mahasiswa tapi bukan berarti tidak mungkin dikerjakan. Selain itu ada 3 fungsi mahasiswa pertama, Agent of change, mungkin kata-kata agen lebih identik dengan penyalur, perantara atau sales, tapi mahasiswa juga adalah agen, penyalur dan perantara perubahan dalam masyarakat, selain itu juga menjadi aktor yang mengawal perubahan pada masyarakat, merubah pola pikir, merubah perilaku hidup, merubah tatanan masyarakat yang jumud dan anti kemajuan. Kedua, Control Social, masyarakat adalah sekumpulan suku, agama, ras dan golongan, sehingga sangat rawan terjadi perselisihan maka posisi mahasiswa adalah sebagai penengah dan kontrol di tengah masyarakat. Selain itu mayoritas masyarakat berpendidikan rendah dan tidak mengerti dengan kebijakan pemerintah. Mahasiswa adalah kepanjangan lidah rakyat, apabila ada kebijakan pemerintah yang dirasa menindas rakyat maka tugas mahasiswa menyuarakan kepentingan rakyat, baik dengan cara diplomasi atau aksi. Begitu pula kebijakan pemerintah yang pro rakyat harus benar-benar di kawal hingga benar-benar terwujud sampai kebawah. Ketiga, Iron stock, iron itu besi tapi bukan iron man ya,. besi memiliki sifat yang kuat, itu yang diharapkan ada pada diri mahasiswa. Mempunyai intelegensi yang kuat, komitmen yang kuat, akhlak yang baik dan kompetensi yang baik. Mahasiswa adalah cadangan atau penerus bagi pemimpin saat ini.
Fenomena Mahasiswa
Kuliah, pulang, ngerjain tugas lalu galau itu mah bukan mahasiswa tapi siswa. Dalam kampus ada mahasiswa yang super pinter. Buku segudang di dalam tas, IPK selalu bagus, rajin masuk dan ngerjain tugas apalagi berprestasi. Sayang autis sosial, tidak peduli dengan lingkungan apalagi orang lain. Ada juga mahasiswa yang super sibuk, koleksi jabatan di ormawa, jarang masuk kelas dengan alasan sibuk berorganisasi, demo sana-sini tapi akademik nol, skripsi ke laut aja. Ada lagi mahasiswa yang mau mandiri dengan bekerja sambilan. Saking asyiknya usaha karena dirasa lebih menguntungkan dibanding ngampus, alhasil gelar dagangan lebih penting dari gelar sarjana. Tapi masih banyak juga mahasiswa yang biasa-biasa aja, semuanya biasa, sampe ekspresi wajahnya biasa aja, hee,. Tapi ga sedikit juga dari mahasiswa yang sukses akademik dan organisasi.
Ada 3 kejahatan yang tidak boleh dilakukan oleh mahasiswa. Satu malas membaca, dua malas berdiskusi dan tiga malas menulis. Kalo membaca buku kuliah, buku-buku populer atau membaca informasi saja malas, bagaimana membaca persoalan dalam masyarakat. Jangan-jangan membaca masalah sendiri saja tidak bisa, ini mengkhawatirkan. Baru mendapatkan sedikit ilmu saja serasa sudah ahli sehingga merasa paling benar. Demonstrasi seperti yang gencar dilakukan di era reformasi, hari ini tidak selalu bisa menjadi solusi, harus di imbangi dengan upaya diplomasi, aksi-aksi sederhana yang lebih menyentuh dan lain hal. Berdiskusi bisa menjadi intelectual exercise, transfer of knowledge juga di jadikan momentum untuk bersama-sama merumuskan tujuan dan langkah dalam melakukan advokasi masyarakat. Dunia hari ini sudah berbasis digital dan tekhnologi, mahasiswa bisa menyalurkan aspirasi mereka lewat, media massa, cetak maupun elektronik dan media sosial. Masih ingat dengan akun twitter @triomacan2000, yang sempat menguncang perpolitikan tanah air karena kicauan-kicauannya yang cadas dan pedas mengkritik kinerja pemerintah, terutama mengangkat issu-issu korupsi. Meskipun sampai hari ini belum teridentifikasi siapa orang dibalik akun tersebut.
Mahasiswa itu orang yang terdidik. Kalo yang disebut terdidik saja tidak mencerminkan perilaku yang baik. Lantas bagaimana dengan mereka yang tidak berpendidikan. Contoh sederhana saja, mahasiswa fakultas hukum yang masih menerobos lampu merah menandakan dia tidak taat hukum tau salah tapi tetap saja melanggar. Ada lagi mahasiswa pendidikan yang merokok semena-mena di hadapan anak didiknya ini contoh perilaku sederhana mahasiswa yang tidak patut di contoh. Belum lagi budaya urakan dan hedonisme mahasiswa dengan gaya hidup yang glamour. Mungkin wajar bagi mereka anak orang kaya tapi mereka yang pas-pasan, tega melupakan kesulitan yang di alami orang tua di kampung mencari nafkah untuk membiayai semua kebutuhan hidup mereka. Bagiku mereka telah menzdalimi diri sendiri dan orang tua. Karena desakan kebutuhan, tidak sedikit mereka yang mengadaikan kehormatannya untuk mendapat tambahan uang saku, bahkan yang sudah terlanjur melakukannya lantas menjadikannya sebagai budaya dan gaya hidup. Naudzubillah.
Dengan segudang problemtika, mahasiswa tetaplah mahasiswa. Tunas muda yang berpotensi menjadi generasi yang mampu merubah wajah negeri ini. Dalam dirimu ada sepasang mata yang selalu terjaga memandang kesuksesanmu. Di dalam anganmu tertanam masa depan yang mengelora. Di pundakmu ada tangunggan asa yang tertahan. Di dalam langkahmu ada harapan untuk mewujudkan cita. Semoga dalam masa perjuanganmu, membuatmu semakin kuat dan semakin dewasa. Rasanya bangsa ini sudah tak sabar menanti pengabdianmu untuk tanah air tercinta, Indonesia. Hidup Mahasiswa!
M. Khoirul Huda
Hanya Mahasiswa biasa
Lalu, Ngapain ada Mahasiwa
Tri Dharma Perguruan tinggi, mungkin banyak mahasiswa tidak ingat bahkan tidak tau isinya. Di dalamnya tercantum kewajiban mahasiswa adalah Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, bukan tugas yang mudah menjadi mahasiswa tapi bukan berarti tidak mungkin dikerjakan. Selain itu ada 3 fungsi mahasiswa pertama, Agent of change, mungkin kata-kata agen lebih identik dengan penyalur, perantara atau sales, tapi mahasiswa juga adalah agen, penyalur dan perantara perubahan dalam masyarakat, selain itu juga menjadi aktor yang mengawal perubahan pada masyarakat, merubah pola pikir, merubah perilaku hidup, merubah tatanan masyarakat yang jumud dan anti kemajuan. Kedua, Control Social, masyarakat adalah sekumpulan suku, agama, ras dan golongan, sehingga sangat rawan terjadi perselisihan maka posisi mahasiswa adalah sebagai penengah dan kontrol di tengah masyarakat. Selain itu mayoritas masyarakat berpendidikan rendah dan tidak mengerti dengan kebijakan pemerintah. Mahasiswa adalah kepanjangan lidah rakyat, apabila ada kebijakan pemerintah yang dirasa menindas rakyat maka tugas mahasiswa menyuarakan kepentingan rakyat, baik dengan cara diplomasi atau aksi. Begitu pula kebijakan pemerintah yang pro rakyat harus benar-benar di kawal hingga benar-benar terwujud sampai kebawah. Ketiga, Iron stock, iron itu besi tapi bukan iron man ya,. besi memiliki sifat yang kuat, itu yang diharapkan ada pada diri mahasiswa. Mempunyai intelegensi yang kuat, komitmen yang kuat, akhlak yang baik dan kompetensi yang baik. Mahasiswa adalah cadangan atau penerus bagi pemimpin saat ini.
Fenomena Mahasiswa
Kuliah, pulang, ngerjain tugas lalu galau itu mah bukan mahasiswa tapi siswa. Dalam kampus ada mahasiswa yang super pinter. Buku segudang di dalam tas, IPK selalu bagus, rajin masuk dan ngerjain tugas apalagi berprestasi. Sayang autis sosial, tidak peduli dengan lingkungan apalagi orang lain. Ada juga mahasiswa yang super sibuk, koleksi jabatan di ormawa, jarang masuk kelas dengan alasan sibuk berorganisasi, demo sana-sini tapi akademik nol, skripsi ke laut aja. Ada lagi mahasiswa yang mau mandiri dengan bekerja sambilan. Saking asyiknya usaha karena dirasa lebih menguntungkan dibanding ngampus, alhasil gelar dagangan lebih penting dari gelar sarjana. Tapi masih banyak juga mahasiswa yang biasa-biasa aja, semuanya biasa, sampe ekspresi wajahnya biasa aja, hee,. Tapi ga sedikit juga dari mahasiswa yang sukses akademik dan organisasi.
Ada 3 kejahatan yang tidak boleh dilakukan oleh mahasiswa. Satu malas membaca, dua malas berdiskusi dan tiga malas menulis. Kalo membaca buku kuliah, buku-buku populer atau membaca informasi saja malas, bagaimana membaca persoalan dalam masyarakat. Jangan-jangan membaca masalah sendiri saja tidak bisa, ini mengkhawatirkan. Baru mendapatkan sedikit ilmu saja serasa sudah ahli sehingga merasa paling benar. Demonstrasi seperti yang gencar dilakukan di era reformasi, hari ini tidak selalu bisa menjadi solusi, harus di imbangi dengan upaya diplomasi, aksi-aksi sederhana yang lebih menyentuh dan lain hal. Berdiskusi bisa menjadi intelectual exercise, transfer of knowledge juga di jadikan momentum untuk bersama-sama merumuskan tujuan dan langkah dalam melakukan advokasi masyarakat. Dunia hari ini sudah berbasis digital dan tekhnologi, mahasiswa bisa menyalurkan aspirasi mereka lewat, media massa, cetak maupun elektronik dan media sosial. Masih ingat dengan akun twitter @triomacan2000, yang sempat menguncang perpolitikan tanah air karena kicauan-kicauannya yang cadas dan pedas mengkritik kinerja pemerintah, terutama mengangkat issu-issu korupsi. Meskipun sampai hari ini belum teridentifikasi siapa orang dibalik akun tersebut.
Mahasiswa itu orang yang terdidik. Kalo yang disebut terdidik saja tidak mencerminkan perilaku yang baik. Lantas bagaimana dengan mereka yang tidak berpendidikan. Contoh sederhana saja, mahasiswa fakultas hukum yang masih menerobos lampu merah menandakan dia tidak taat hukum tau salah tapi tetap saja melanggar. Ada lagi mahasiswa pendidikan yang merokok semena-mena di hadapan anak didiknya ini contoh perilaku sederhana mahasiswa yang tidak patut di contoh. Belum lagi budaya urakan dan hedonisme mahasiswa dengan gaya hidup yang glamour. Mungkin wajar bagi mereka anak orang kaya tapi mereka yang pas-pasan, tega melupakan kesulitan yang di alami orang tua di kampung mencari nafkah untuk membiayai semua kebutuhan hidup mereka. Bagiku mereka telah menzdalimi diri sendiri dan orang tua. Karena desakan kebutuhan, tidak sedikit mereka yang mengadaikan kehormatannya untuk mendapat tambahan uang saku, bahkan yang sudah terlanjur melakukannya lantas menjadikannya sebagai budaya dan gaya hidup. Naudzubillah.
Dengan segudang problemtika, mahasiswa tetaplah mahasiswa. Tunas muda yang berpotensi menjadi generasi yang mampu merubah wajah negeri ini. Dalam dirimu ada sepasang mata yang selalu terjaga memandang kesuksesanmu. Di dalam anganmu tertanam masa depan yang mengelora. Di pundakmu ada tangunggan asa yang tertahan. Di dalam langkahmu ada harapan untuk mewujudkan cita. Semoga dalam masa perjuanganmu, membuatmu semakin kuat dan semakin dewasa. Rasanya bangsa ini sudah tak sabar menanti pengabdianmu untuk tanah air tercinta, Indonesia. Hidup Mahasiswa!
M. Khoirul Huda
Hanya Mahasiswa biasa
- Back to Home>
- Terlanjur Mahasiswa

